Selasa, 10 Juli 2012

BAB I INTI MASALAH EKONOMI, KEBUTUHAN, KELANGKAAN DAN SISTEM EKONOMI


BAB I
INTI MASALAH EKONOMI, KEBUTUHAN,
KELANGKAAN DAN SISTEM EKONOMI

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)

URAIAN
1. Memahami permasalahan ekonomi dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia, kelangkaan dan sistem ekonomi, konsep ekonomi dalam kaitannya dengan kegiatan ekonomi konsumen dan produsen,permintaan, penawaran, harga keseimbangan, dan pasar.
• Masalah pokok ekonomi
• Kelangkaan
• Sistem ekonomi

 

A. INTI MASALAH EKONOMI ATAU PERSOALAN DASAR EKONOMI

Problema / masalah ekonomi adalah adanya kebutuhan manusia yang tidak terbatas sedangkan alat pemenuhan kebutuhan sangat terbatas.
Inti masalah ekonomi atau Persoalan dasar ekonomi adalah :
a.       Secara klasik, masalah ekonomi meliputi : Masalah produksi, Konsumsi dan Distribusi
b.      Secara Modern, masalah ekonomi meliputi : Barang apa yang akan diproduksi dan berapa banyak (what), Bagaimana cara memproduksi (How), dan Untuk siapa barang-barang tersebut (For Whom).

B. KEBUTUHAN
  1. Kebutuhan menurut instansitasnya, dibedakan menjadi : Kebutuhan primer, Kebutuhan sekunder  dan Kebutuhan tersier
  2. Kebutuhan menurut sifatnya, dibedakan menjadi ; Kebutuhan jasmani dan Kebutuhan rokhani
  3. Kebutuhan menurut waktu penggunaannya, dibedakan menjadi : Kebutuhan sekarang dan Kebutuhan mendatang
  4.  Kebutuhan menurut subyeknya atau konsumennya, dibedakan menjadi ; Kebutuhan perseorangan (individu) dan Kebutuhan masyarakat (sosial)

C. KELANGKAAN
Keadaan timpang antara kebutuhan manusia tidak terbatas, dihadapkan pada sarana atau alat yang terbatas dinamakan kelangkaan (scarcity).
Barang dibedakan menjadi beberapa macam, diantaranya:
a.       Menurut sifatnya, barang dibedakan menjadi : Barang ekonomi dan Barang bebas
b.      Menurut fungsinya (tujuan penggunaannnya), barang dibedakan menjadi : Barang konsumsi  dan Barang produksi/barang modal
c.       Menurut wujudnya, barang dibedakan menjadi : Barang konkrit/nyata/material dan Barang abstrak/immaterial
d.      Menurut cara penggunaannya, barang dibedakan menjadi : Barang substitusi dan Barang komplementer
e.       Menurut pengerjaannya, barang dapat dibedakan menjadi : Barang mentah/bahan mentah, Barang setengah jadi dan Barang jadi
Menurut AL Meyers jenis-jenis kegunaan barang atau benda sebagai berikut :
a.       Element Utility (faedah elemen)
b.      Time Utility (faedah waktu)
c.       Place utility (faedah tempat)
d.      Form Utility (faedah bentuk)
e.       Ownership utility (faedah hal milik)
 Macam-macam barang yang lain dalam ilmu ekonomi, diantaranya :
  a.   Barang inferior adalah Barang yang permintaannya turun pada saat pendapatan seseorang naik, contob : gaplek, cirinya kualiasnya rendah.
b.   Barang giffen  adalah Hampir sama dengan barang inferior yaitu barang yang kualitasnya rendah. Bedanya barang giffen memiliki efek pendapatan yang lebih besar dari efek substitusinya, sedangkan barang inferior memiliki efek pandapatan yang negatif yang lebih besar dari efek substitusinya.
c.   Barang superior : Barang yang bermutu tinggi

D. BIAYA SEHARI-HARI DAN BIAYA PELUANG
Biaya sehari-hari adalah biaya / ongkos yang dikeluarkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan berbagai macam barang/jasa yang diperlukan agar tercapai kemakmuran
Sedangkan Biaya Peluang/Ongkos Alternatif (Opportunity Cost) adalah sejumlah barang atau pendapatan yang harus dikorbankan agar sejumlah barang yang lain dapat diproduksi/digunakan. Jadi Ongkos alternatif sejumlah barang X adalah sejumlah barang Y yang harus dikorbankan agar sejumlah barang X dapat diproduksikan.
Contoh :
Suatu ruangan Toko disewakan dengan pendapatan sewa Rp 150.000,00 perbulan. Pemilik mempertimbangkan untuk menggunakan sendiri, karena jika digunakan sendiri diperkirakan akan menghasilkan Rp 175.000,00 perbulan. Jadi biaya kesempatan yang dikorbankan sebesar Rp 150.000,00 dan keuntungan yang diperoleh atas keputusan ini sebesar Rp 25.000,00, yang diperoleh dari Rp 175.000,00 dikurangi Rp 150.000,00.
E.   METODE EKONOMI
1.   Metode Induksi            : Metode yang bermula dari kenyataan/fakta yang ada ,di masyarakat, dianalisa kemudian dibuat kesimpulan ekonomi
2.   Metode Deduksi          : Metode yang bermula dari teori-teori / dalil-dalil umum yang telah  ada lalu dianalisa kemudian dibuat kesimpulan ekonomi.
3.   Metode Sintesa            : Metode yang menggunakan kenyataan dan teori secara bersama-sama untuk membuat kesimpulan ekonomi.

F.   PRINSIP DAN MOTIF EKONOMI
1.      Prinsip ekonomi adalah pedoman / patokan yang digunakan manusia dalam melakukan kegiatan tindakan ekonomi. Pedoman tersebut berupa : “Dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil yang tertentu atau dengan pengorbanan yang tertentu untuk memperoleh hasil yang sebesar-besarnya.”
2.      Motif ekonomi adalah gejala sesuatu yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan ekonomi
Tindakan atau motif ekonomi tersebut berupa :
a.       Untuk mencari keuntungan / kemakmuran
b.      Untuk mencapai penghargaan
c.       Untuk mencapai kekuasaan
d.      Untuk melakukan kegiatan social
G.   HUKUM EKONOMI
Hukum ekonomi adalah hubungan / pertalian antara dua variabel ekonomi yang saling berkaitan.
Contoh : Hukum permintaan, hukum penawaraan, hukum Gresham, dan lain-lain
Ciri-ciri Hukum Ekonomi:
Hukum ekonomi berlaku jika keadaan yang lain tetap (Ceteris Paribus), dan keadaan tersebut adalah :
a.   Pendapatan konsumen tetap
      b.                                   Selera konsumen tetap
c.   Harga barang lain tetap
d.   Praduga tentang harga tetap
e.   Tidak ada barang pengganti /substitusi
Hubungan dalam hukum ekonomi ada dua macam, yaitu:
1.      Hubungan Kausal (sebab akibat)
Adalah hubungan yang menerangkan bahwa perubahan suatu variabel akan menyebabkan perubahan variabel yang lain (hubungan ini bersifat searah)
2.      Hubungan Fungsional / Interdependence (saling mempengaruhi)
Adalah perubahan variabel ekonomi dimana perubahan suatu variabel ekonomi akan menyebabkan perubahan variabel ekonomi yang lain, dan sebaliknya (hubungan ini berlaku secara timbal balik)

H. SISTEM EKONOMI
  1. Sistem ekonomi tradisional
Masyarakat yang mempunyai sistem ekonomi tradisional adalah masyarakat yang belum ada pembagian kerja, cara mendapatkan barang dengan “barter” (natura), belum mengenal uang sebagai alat pembayaran, produksi dan distribusi terbentuk karena tradisi dan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri/masyarakat.
Ciri-ciri
Kebaikan
Keburukan
1.        Belum ada pembagian kerja
2.        Pertukaran dengan sistem barter
3.        Jenis produksi ditentukan sesuai dengan kebutuhan
4.        Hubungan masyarakat bersifat kekeluargaan
5.        Bertumpu pada sektor agraris
6.        Keadaan masyarakatnya masih statis, tradisional dan msikin
1.          Setiap masyarakat termotivasi untuk menjadi produsen
2.          Produksi tidak ditujukan untuk mencari keuntungan
3.          Dengan sistem pertukaran barter, masyarakat cenderung bertindak jujur
1.        Tidak ada kerjasama antar individu atau masyarakat
2.        Sulit mempertemukan kedua belah pihak yang saling membutuhkan
3.        Jenis dan jumlah barang yang diproduksi sering tidak mencukupi kebutuhan
4.        Sulit menetapkan ukuran dari barang yang dipertukarkan

  1. Sistem ekonomi sosialis/terpusat
Sistem ekonomi sosialis adalah system ekonomi dimana seluruh kebijaksaanaan perekonomian ditentukan oleh pemerintah sedangkan masyarakat hanya menjalankan peraturan yang ditentukan. Sistem ekonomi terpusat ini berdasar pada teori yang dikemu­kakan oleh Karl Marx dalam bukunya yang benjudul ‘Das Kapit­al’ tahun 1867. Jadi sistem ini lebih bersifat memerintah, karena campur tangan pemerintah di bidang ekonomi melakukan pembatasan - pembatasan atas kegiatan yang dilakukan oleh mas­yarakat.
Ciri-ciri
Kebaikan
Keburukan
1.        Perencanaan disusun oleh pemerintah pusat
2.        Semua alat produksi dikuasai oleh negara
3.        Produksi, distribusi dan konsumsi diatur secara  terpusat
4.        Inisiatif dan hak milik perorangan dibatasi
1.        Pemerintah bertanggung jawab penuh dalam perekonomian
2.        relatif tidak ada jurang pemisah antara orang kaya dan miskin
3.        Hasil produksi dapat dinikmati secara rata
4.        Mudah melakukan pengendalian harga
1.        Hak milik perorangan sangat dibatasi dan rakyat kurang memiliki pilihan
2.        Potensi dan daya kreasi tidak berkembang
3.        Tidak terdapat kebebasan individu

  1. Sistem ekonomi liberal
Sistem ekonomi liberal adalah suatu sistem dimana negara memberi kebebasan kepada setiap orang untuk mengadakan kegiatan ekonomi. Sistem ini berdasar pada teori yang dikekukakan oleh Adam Smith (1723 - 1790) dalam bukunya yang berjudul ‘The Wealth of Nations’, yang diterbitkannya pada tahun 1776, dengan ajaran pokoknya yaitu memberikan kebebasan perseorangan di setiap sektor ekonomi.
Ciri-ciri
Kebaikan
Keburukan
1.        Hak milik atas alat produksi di tangan perorangan
2.        Harga barang ditentukan oleh permintaan dan penawaran di pasar
3.        Adanya persaingan bebas
4.        Tidak ada campur tangan pemerintah dalam perekonomian
5.        Modal memegang perang penting
6.        terbuka kesempatan bagi individu untuk mengejar keuntungan
1.        Dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas barang yang diproduksi
2.        Terdorong untuk mengejar kemakamuran bagi dirinya sendiri
3.        Setiap orang atau pengusaha termotivasi mencari keuntungan
4.        Pemilihan sektor usaha disesuaikan dengan kemampuan 
1.        Menimbulkan persaingan tidak sehat
2.        Terdapat kesenjangan kaya dan miskin
3.        Menimbulkan monopoli
4.        Terdapat eksploitasi SDM
5.        Pemanfaatan SDA sering tidak memperhatikan kelestarian lingkungan 

  1. Sistem ekonomi campuran (sosialis dan liberal)
Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem liberal dan sistem sosialis, yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang juga berarti garis antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu.
Ciri-ciri
Kebaikan
Keburukan
1.        Adanya campur tangan pemerintah dalam perekonomian
2.        Pihak swasta ikut berperan dalam kegiatan perekonomian
1.   Sektor ekonomi pemerintah dan swasta terpisah secara jelas
2.   Fluktuasi harag dapat lebih terkendali
3.   Hak milik perorangan diakui dan pemerintah mendorongnya
1.        Jika peran pemerintah mendominasi akan timbul etatisme
2.        Jika peran swasta mendominasi, akan timbul monopoli yang merugikan masyarakat

  1. Sistem ekonomi Indonesia (Demokrasi Ekonomi)
Demokrasi ekonomi yang diterapkan di Indonesia mengandung ciri-ciri positif sebagai berikut :
a.   Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan
b.   Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara
c.   Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat
d.   Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan permufakatan Lembaga-lembaga Perwakilan Rakyat serta pengawasan terhadap kebijaksanaannya ada pada Lembaga-lembaga Perwakilan rakyat pula
e.   Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidu­pan yang layak
f.    Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat
g.   Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga negara diper­kembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum
h.      Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.

Sedangkan ciri negatif dalam sistem perekonomian Indonesia yang harus dihindarkan diantaranya :
a.   Sistem. free fight liberalism, yakni yang menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain.
b.   Sistem etatisme, yakni negara serta aparatur ekonomi bersifat dominan, mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit ekonomi di luar sektor negara
            c.    Monopoli, yakni pemusatan kekuasaan ekonomi pada satu kelom­pok.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar